KIMIA FARMASI

DIAGNOSTIKA DAN ENZIM-ENZIM

PENGAMPU : PROF. ACHMAD BINADJA PHD

DISUSUN OLEH :

WIDIYANTI ANY KURNIAWATI

4301410001 4301410009

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2012

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………………………………….i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………….ii

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG……………………………………………………………………………………………..1

  1. RUMUSAN MASALAH …………………………………………………………………………1

  2. TUJUAN………………………………………………………………………………………………..2

BAB II PEMBAHASAN

DIAGNOSTIKA………………………………………………………………………………………….3

ENZIM-ENZIM…………………………………………………………………………………………..8

2.1 DEFINISI ENZIM………………………………………………………………………………….8

2.2 FUNGSI DALAM TUBUH…………………………………………………………………….9

2.3 CIRI-CIRI ENZIM…………………………………………………………………………………9

2.4 PENGGUNAAN…………………………………………………………………………………..10

2.5 EFEK-EFEK SAMPING………………………………………………………………………..10

2.6 PENGGOLONGAN………………………………………………………………………………10

BAB III SIMPULAN DAN SARAN………………………………………………………………………15

3.1 SIMPULAN………………………………………………………………………………………….15

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………………….16

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Sehat merupakan kondisi optimal fisik, mental dan sosial seseorang sehingga dapat memiliki produktivitas, bukan hanya terbebas dari bibit penyakit. Kondisi sehat dapat dilihat dari dimensi produksi dan dimensi konsumsi. Dimensi produksi memandang keadaan sehat sebagai salah satu modal produksi atau prakondisi yang dibutuhkan seseorang sehingga dapat beraktivitas yang produktif. Dimensi ini melahirkan pemahaman upaya manusia untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan agar terhindar dari penyakit dan masalah kesehatan. Usaha-usaha preventif dan promotif seperti gizi, sanitasi, konseling genetika, asuransi, estetika termasuk di dalamnya.

Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup, mempromosikan kesehatan dan efisiensi dengan menggerakkan potensi seluruh masyarakat. Konsep kesehatan masyarakat berkaitan dengan perubahan perilaku sehat akan lebih terbentuk dan bertahan lama bila dilandasi kesadaran sendiri (internalisasi) sehingga konsep upaya sehat dari, oleh dan untuk masyarakat sangat tepat diterapkan.

Banyak usaha yang telah dilakukan oleh pihak pemerintah maupun kalangan masyarakat untuk menjaga hidupnya agar tetap sehat tanpa adanya penyakit yang timbul, tetapi berapa persen dari masyarakat kadang mengidap penyakit tertentu. dimana masyarakat biasa yang tidak mengetahui penyakit apa yang dialaminya, sehingga dibutuhkan suatu diagnosa untuk mengetahui penyakit tersebut. diagnosa dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai keahlian, karena zat-zat yang digunakan untuk diagnosa mempunyai dosis yang berbeda-beda. salah satu yang dipercaya unutk melakukan diagnosa adalah dokter.

  1. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pengertian, fungsi, dan contoh-contoh dari diagnostika?

  2. Bagaimanakah definisi, fungsi, ciri-ciri , penggunaan, efek-efek samping, dan penggolongan enzim?

  1. Tujuan

  1. Mengetahui pengertian, fungsi, dan contoh-contoh dari diagnostika

  2. Mengetahui definisi, fungsi, ciri-ciri , penggunaan, efek-efek samping, dan penggolongan enzim

BAB II

ISI

DIAGNOSTIKA

Diagnostika adalah zat-zat yang memberikan kepada pasien dengan jalan oral maupun parental untuk meneliti fungsi dari suatu alat tubuh, untuk membantu dokter menentukan diagnosa suatu penyakit dan juga digunakan dalam reaksi-reaksi imunitas.

Diagnostika antara lain digunakan untuk meneliti fungsi-fungsi fisiologi dari organ-organ dan sistem-sistem, untuk menentukan suatu penyakit ( diabetes, tbc ), dan untuk reaksi-reaksi imunitas ( alergi, tuberkulosa)

  1. Hati

  1. Galaktosa

Digunakan untuk meneliti fungsi hati. Dalam percobaan kadar galaktosa dari air seni diperiksa tiap jam selama 5 jam. Pada fungsi hati yang normal kadar galaktosa pada 5 jam pertama ini kurang dari 3 kg.

Dosis : pagi hari secara oral 40 g dalam 300-400 ml air dingin

Gambar galaktosa

  1. Glukagon

Zat ini adalah suatu polipeptida, memiliki sifat glikogenolitik, serta dapat meninggikan kadar gula dalam darah. Berdasarkan sifatnya ini maka glukagon digunakan dalam percobaan fungsi hati untuk penyakit kencing gula ( diabetes mellitus ) serta penyakit metabolisme glikogen yang disebabkan oleh defisiensi enzim fosforilase.

Dosis : garam klorida 2 kali @ 1 mg dengan rentang antara 1 jam

  1. Sulfobromftalein

Cara percobaannya adalah meneliti kandungan zat warna ini di dalam serum setelah pemberian sulfobromftalein selama 45 sampai 60 menit. Dimana fungsi hati yang normal sudah harus tidak ada lagi setelah 45 menit. Efek-efek samping adalah alergi dan anafilaksi yang serius.

Dosis : pagi hari setelah diet tanpa lemak, disuntikkan i.v sejumlah 5 mg/kg bobot badan dari garam natriumnya.

  1. Lambung

Histamin

Zat ini digunakan untuk menentukan fungsi fisiologi lambung, khususnya untuk menetukan gejala aklorhidri atau tidak adanya asam klorida di dalam getah lambung.

Efek sampingnya adalah sakit kepala, tachycardia, sesak nafas, pusing, gangguan pada penglihatan dan pada saluran gastrointestinal, dan gatal-gatal.

Dosis : s.k. 0,3 – 0,5 mg.

  1. Ginjal

  1. Fenolsulfonftalein

Pada fungsi ginjal yang normal, kurang lebih 50% dari zat warna dikeluarkan dalam air seni setelah 1 jam pertama dan 60-80% dalam jam kedua.

Dosis : i.v atau i.m 6 mg sebagai garam natriumnya.

  1. Mannitol

Zat ini digunakan untuk menentukan kapasitas penyaring dari glomeruli ginjal, dengan cara menetukan kadar mannitol dalam air seni yang diekskresi tubuh dalam periode tertentu (mg/menit). Kecepatan penyaringan oleh glomeruli dalam ml/menit adalah jumlah ml plasma yang telah disaring untuk dapat memberikan jumlah mannitol per menit yang diekskresi dalam air seni. Efek samping dari pemberian mnnitol ini adalah sakit kepala, mual, pusing-pusing, dan kongesti selaput lendir hidung.

Dosis : i.v. Sebagai infus 1-2 g/kg bobot badan dalam larutan dari 20-25%.

  1. Kelenjar gondok

Digunakan dalam percobaan fungsi kelenjar gondok pada diagnosis hiper dan hipotirosis, dengan dosis 10-100 mcc.

  1. Sistem pembuluh darah dan limfe

Volume darah ditentukan berdasarkan kadar zat warna dalam darah. Pada pemeriksaan peredaran darah ditentukan waktu sirkulasi zat warna yang tersingkat, waktu konsentrasi maksimal, waktu peningkatan kadar dan waktu peredaran darah.

Dosis : untuk penentuan volume darah i.v. 25 mg sebagai larutan 0,5 %, sedangkan untuk pemeriksaan peredaran darah digunakan dosis 0,3 mg/kg bobo badan dalam larutan 1% i.v. Atau melalui kateter jantung.

  1. Diabetes mellitus

  1. Glukosa

Digunakan pada test toleransi glukosa (untuk menentukan diagnosis diabetes mellitus). Jika diagnosis penentuan kadar gula darah dilakukan dalam keadaan puasa, maka tidak dapat memberikan hasil yang konkrit. Tes penentuan gula darah dilakukan setiap setengan jam selama 3 jam secara teratur, setelah diberikan glukosa sebanyak 50-100gram per oral.

gambar struktur glukosa

  1. Glukagon

Zat ini adalah suatu polipeptida, memiliki sifat glikogenolitik, serta dapat meninggikan kadar gula dalam darah. Berdasarkan sifatnya ini maka glukagon digunakan dalam percobaan fungsi hati untuk penyakit kencing gula ( diabetes mellitus ) serta penyakit metabolisme glikogen yang disebabkan oleh defisiensi enzim fosforilase.

Dosis : garam klorida 2 kali @ 1 mg dengan rentang antara 1 jam

  1. Tuberkolusis

Zat ini digunakan untuk menentukan apakah seseorang sudah pernah mengalami infeksi dengan kuman-kuman tbc. Zat ini adalah suatu filtrat yang diuapkan atau dimurnikan dengan jlan ultra-filtrai dan diendapkan dari kultur mycobacterium tuberculosis yang telah dimatikan.

Dosis :

  • Reaksi mantoux

Intra-kutan 0,1 ml 1:2000 oud-tuberculine.

  • Reaksi pirquet

Skarifikasi kulit dengan oud-tuberculine yang tidak diencerkan

Pembacaan hasil diagnosis dilakukan setelah 3 hari

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis complex. Mycobacterium tuberculosis berbentuk batang lurus atau sedikit melengkung, tidak berspora dan tidak berkapsul. Bakteri ini berukuran lebar 0,3 – 0,6 mm dan panjang 1 – 4 mm. Dinding M. tuberculosis sangat kompleks, terdiri dari lapisan lemak cukup tinggi (60%). Penyusun utama dinding sel M. tuberculosis ialah asam mikolat, lilin kompleks (complex-waxes), trehalosa dimikolat yang disebut cord factor, dan mycobacterial sulfolipids yang berperan dalam virulensi.

Reaksi-reaksi imunitas

  1. Alergen

Alergen adalah zat-zat yang dapat menimbulkan alergi. Zat-zat ini dapat dari debu rumah, jamur, makanan, dan zat-zat kimia dapat digunakan sebagai diagnostikum untuk menentukan terhadap zat apa seseorang alergi. Dikenal beberapa jenis alergen, antara lain:

  • Alergen kontak

Alergen ini dapat terdiri dari berbagai jenis zat dan digunakan dengan jalan skarifikasi pada kulit untuk mendiagnosa jenis alerginya.

  • Alergen debu rumah

Alergen debu rumah adalah ekstrak yang dimurnikan dari debu rumah dan diperkirakan suatu zat kimia yang terdiri dari suatu persenyawaan kompleks dengan berat molekul kira-kira 20.000. Zat ini sebagian besar tersusun oleh suatu polisakarida dan sebagian lagi oleh persenyawaan polipeptida yang terdiri dari kurang lebih 10 asam amino. Alergen digunakan sebagai diagnostikum dan untuk mendesensibilisasai penderita-penderita asma terhadap debu rumah. Dosis: pada umumnya dimulai dengan injeksi 0,05-0,1 ml dari kadar yang rendah dan lambat laun ditingkatkan jumlah maupun kadarnya sampai 1 ml dari kadar yang tinggi.

  • Alergen jamur

Terdiri dari ekstrak yang dimurnikan dari jamur jamur. Dosis: pada umumnya dimulai dengan injeksi 0,05-0,1 ml dari kadar yang rendah dan lambat laun ditingkatkan jumlah maupun kadarnya sampai 1 ml dari kadar yang tinggi.

  • Alergen makanan

Alergen ini terdiri dari ekstrak berbagai jenis makanan, yang digunakan untuk mendiagnosa dan mendesensibilisasi terhadap makanan tertentu.

Dosis: pada umumnya dimulai dengan injeksi 0,05-0,1 ml dari kadar yang rendah dan lambat laun ditingkatkan jumlah maupun kadarnya sampai 1 ml dari kadar yang tinggi. Alergen makanan ini sangat berbahaya, karena efek yang ditimbulkan seperti muntah yang mana akan menyebabkan dehidrasi pada penderita. Untuk menghindarinya adalah tidak memakan makanan yang dapat menyebabkan alergi.

  1. Zat-zat kontras rontgen

Adalah zat-zat yang memiliki sifat adsorpsi yang kuat terhadap sinar rontgen (sinar x). Penggunaan dengan kadar tertentu dalam organ-organ tubuh dapat memberikan bayangan dari organ-organ yang dimaksud bila disinari dengan sinar rontgen. Pada umumnya diperlukan suatu persiapan khusus sebelum menggunakan zat-zat kontras ini, misalnya makanan dengan kadar lemak rendah yang mudah dicernakan dan juga harus berpuasa satu malam. Penggunaan zat-zat kontras harus berhati-hati karena dapat menimbulkan efek samping, seperti diare, mual, sakit kepala.

  • Adipiodon

Digunakan antara lain pada cholangiografi dan cholecystografi dengan dosis i.v. 20% (garam di-na) sebanyak 20-40 ml.

  • Bariumsulfat

Digunakan untuk rontgenografi dari saluran lambung-usus. Dosis :

Oral 150-300 gram dalam 400 ml suspensi

Rektal 400-750 gram dalam 1,5-2 liter suspensi

  • Persenyawaan-persenyawaan minyak dengan iodium

Minyak papaver yang mengandung unsur iodium dalam kadar 20-40% ini digunakan untuk bronchografi, cholangiografi, myelografi, dan rontgenografi dari fistel-fistel.

Ditemukan oleh Wilhelm K. Rontgen (1845 – 1923) bulan November tahun 1895 dengan menggunakan elektron-elektron dikeluarkan dari katode dengan cara memanaskan katode. Sinar ini oleh Rontgen disebut Sinar-X karena pada saat itu Rontgen belum mengetahui sifat sinar tersebut. Tabung Sinar-X Digunakan Rontgen untuk menemukan Sinar-X yang digunakan untuk memproduksi Sinar-X diciptakan oleh W.D. Coolige dari Lab General Electric tahun 1913.

Daya tembus Sinar-X bergantung pada jenis bahan yang ditembusnya. Sinar-X merambat menurut garis lurus. Sinar-X tidak menyimpang dalam medan magnetik atau medan listrik. Sinar-X lebih mirip dengan cahaya yang tampak. Ternyata Sinar-X termasuk gelombang elektromagnetik punya gelombang (10-12 m – 10-8 m) frekwensi sangat tinggi.

Sinar-X memiliki energi yang tinggi, punya efek yang besar pada jaringan hidup. Dapat mengionisasi molekul-molekul, dapat mengganggu fungsi sel yang normal. Sinar-X dengan dosis tinggi dapat mengakibatkan kanker dan lahir cacat.

ENZIM – ENZIM

Enzim –enzim (Bahasa Yunani: en=dalam ; zyme = biang kue) atau fermen –fermen adalah persenyawaan –persenyawan organic, lazimnya zat –zat putih telur, yang dapat menimbulkan atau mempercepat suatu reaksi biokimia, berdasarkan proses katalisa. Enzim –enzim hanya bekerja terhadap reaksi –reaksi dan substrat- substrat yang spesifik. Kegiatannya sangat tergantung pada suhu, derajad asam (pH) dan konsentrasi dari ion –ion dan sebagainya.

Nama enzim –enzim biasanya dibentuk dari nama substratnya dengan penambahan akhiran –ase, misalnya urease, menguraikan ureum) atau dari nama reaksi yang dipercepatnya dengan menambahakan akhiran yang sama (misalnya reduktase, mempercepat reduksi)

Semua enzim dihasilkan oleh mikroorganisme –mikroorganisme (bakteri dan jamur) atau tumbuh –tumbuhan. Enzim –enzim yang diperoleh daari mikroorganisme dan kini digunakan dalam pengobatan antara lain : lipase, hialuronidase, penisilinase, dan streptokinase. Dari tumbuh –tumbuhan (pohon papaya dan nanas) diperoleh masing –masing enzim proteolitik papain dan bromelin.

Banyak enzim terdiri dari zat putih telur, misalnya enzim –enzim hidrolitik yang terutama menyebabkan reaksi –reaksi penguraian tanpa terbentuknya energy. Tetapi ada pula enzim –enzim yang strukturnya lebih kompleks, yaitu enzim –enzim oksidatif, misalnya enzim –enzim pernapasan, dengan efek mempercepat reaksi-reaksi yang memberikan energy kepada sel-sel.

Enzim-enzim ini disamping gugusan proteinnya (apoenzim) juga mengandung suatu gugusan bukan protein yang disebut gugusan prostetik atau koenzim. Di dalam koenzim ini terletak pusat kegiatan yang mengatur proses- proses oksido-reduksi yang memegang peranan penting pada metabolism dari sel-sel. Beberapa vitamin dari kelompok B merupakan koenzim dari enzim-enzim pernapasan misalnya vitamin-vitamin B1, B2, B6, nikotinamida, asam pantotenat, dan lain-lain.

Definisi Enzim

Terdapat beberapa definisi enzim, yaitu:

  1. Enzim ialah senyawa protein yang disintesiskan di dalam sel secarabiokimiawi. Enzim merupakan biokatalis yaitu senyawa yang diproduksi olehorganisme (Marsandre Jatilakso).

  2. Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habisbereaksi) dalam suatu reaksi kimia (Isnan Mulia).

  3. Enzim adalah senyawa organik atau katalis protein yang dihasilkan sel dalam suatu reaksi. Enzim bekerja sebagai katalis dalam tubuh makhluk hidup, oleh karena itu disebut biokatalisator (Faidah Rachmawati, dkk).

Fungsi dalam Tubuh

Kebanyakan proses biokimia dalam tubuh dipengaruhi oleh enzim-enzim misalnya penguraian dari lemak, protein, dan karbohidrat pada proses pencernaan dan semua reaksi dalam darah yang menyebabkan pengubahan-pengubahan dari lemak dan protein menjadi karbohidrat atau sebaliknya melalui proses-proses yang rumit. Juga reaksi-reaksi yang berhubungan dengan proses pernapasan dipengaruhi oleh enzim-enzim.

Enzim-enzim penting pula baik pada sintesis hormon-hormon maupun pada penguraian hormon-hormon yang berlebihan agar keseimbangan antara berbagai hormon dalam tubuh tetap terpelihara.

Dalam darah terdapat pula zat-zat tertentu yang bertugas melindungi jaringan-jaringan terhadap efek-efek enzim yang dihasilkannya. Zat perintang enzim atau anti-enzim ini merupakan mekanisme alamiah guna mencegah jangan sampai tubuh sendiri dirusak (dicernakan ) oleh enzim-enzimnya.

Ciri-ciri Enzim

Ciri – ciri dari enzim ialah sebagai berikut :

  1. Merupakan sebuah protein. Jadi sifatnya sama dengan protein yaitu dapat menggumpal dalam suhu tinggi dan terpengaruh oleh temperatur.

  2. Bekerja secara khusus. Artinya hanya untuk bekerja dalam satu reaksi saja tidak dapat digunakan dalam beberapa reaksi.

  3. Dapat digunakan berulang kali. Enzim dapat digunakan berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi.

  4. Rusak oleh panas. Enzim tidak tahan pada suhu tinggi, kebanyakan enzim hanya bertahan pada suhu 500C, rusaknya enzim oleh panas disebut dengan denaturasi.

  5. Dapat bekerja bolak – balik. Artinya satu enzim dapat menguraikan satu senyawa menjadi senyawa yang lain.

Penggunaan

Penggunaan terbanyak dari enzim –enzim iini adalah sebagai zat-zat penolong pada pencernaan. Selain itu, juga untuk membersihkan luka-luka yakni dengan proses mencernakan secara selektif jaringan-jaringan mati tanpa merusak jaringan-jaringan sehat atau saluran-saluran darah yang melindungi luka tersebut.

Beberapa enzim juga memiliki sifat antiradang. Yakni menghilangkan bengkak-bengkak dan berguna pula pada pengobatan luka. Untuk tujuan tersebut seringkali digunakan enzim-enzim streptokinase, streptodornase, papain, protease dan amylase, dengan cara pengobatan setempat atau pengobatan sistemis.

Aspek lain dari pengobatan dengan enzim adalah penggunaannya sebagai zat pembantu diagnosis, misalnya glukosa-oksidase pada penentuan glukosa pada air kemih. Contoh lainnya adalah analisis enzim dari serum darah sebagai petunjuk tentang kemungkinan adanya suatu penyakit.

Efek-Efek Samping

Berdasarkan sifat enzim yang hanya dapat melakukan kegiatannya terhadap suatu substrat yang sangat spesifik, maka dapat dipilih suatu enzim tertentu yang memiliki kegiatan yang khusus sekali tetapi dengan efek samping yang minimal.

Antigenitas (kemampuan menimbulkan antibodi). Karena enzim-enzim bersifat zat putih telur, maka kebanyakan dari zat-zat ini dapat menimbulkan antibody dalam tubuh. Tetapi pada kenyataanya hal ini tidak begitu mengkhawatirkan,misalnya reaksi-reaksi alergi terhadap streptokinase hanya sedikit sekali.

Penggolongan

Atas dasar reaksi-reaksi kimia yang dipengaruhinya, enzim-enzim dapat digolongkan sebagai berikut :

Golongan Enzim

Tipe Reaksi

Hidrolase (Protease, Lipase, Amilase)

Memutuskan ikatan kimia dengan penambahan air

Oksidoreduktase (Nitrat Reduktase)

Memisahkan dan menambahkan electron atau hydrogen

Transferase (Kinase)

Memindahkan gugus senyawa kimia

Liase (Fumarase)

Membentuk ikatan rangkap dengan melepaskan satu gugus kimia

Isomerase (Epimerase)

Mengkatalisir perubahan isomer

Ligase (Sintetase)

Menggabungkan 2 molekul yang disertai dengan hidrolisis ATP

Polimerase (Tiokinase)

Menggabungkan monomer –monomer sehingga terbentuk polimer

Trans-Glikosilase

Adalah enzim yang memindahkan gugusan glikosil

  1. Hidrolase-Hidrolase

Dari ketujuh golongan enzim yang paling sering disebut dan tergolong umum adalah golongan enzim hidrolase, yaitu sejenis enzim yang menjadi katalis dalam suatu reaksi dengan cara membantu memutuskan ikatan kimia suatu senyawa.

Enzim Hidolase terbagi atas:

  1. Hidrolase yang menghidrolisis ikatan-ikatan -CONH- yaitu pepsin, tripsin, kimotripsin, dan papain yang menguraikan zat putih telur menjadi asam-asam amino ; thrombin dan penisilinase yang menguraikan masing-masing fibrinogen dan penisilin, dan lain-lain;

  2. Hidrolase yang menghidrolisis ikatan-ikatan ester : lipase dan kolinesterase. Lipase menguraikan zat-zat lemak (lipida) menjadi asam-asam lemak; kolinesterase menguraikan asetilkolon menjadi kolin dan asam cuka.

  3. Hidrolase yang menghidrolisis ikatan glikosida: amylase dan selulase. Amilase menguraikan zat pati (amilum), glikogen dan dekstrin menjadi glukosa, fruktosa dan lain-lain; selulase menguraikan selulosa.

Gambar enzim Protease

Gambar enzim amilase

Gambar enzim lipase

  1. Oksidase (Oksido-Reduktase)

Oksidase adalah sebuah enzim yang mengkatalisis transfer elektron dari suatu substrat ke molekul oksigen, dan sebagai produk akhir dihasilkan air. Yang terkenal dari oksidase ini adalah sitokrom oksidase ( yang dipelajari pada oksidase biologi ), merupakan enzim mitokondria yang berperan pada ujung rantai respirasi dalam memindahkan atom hidrogen ke oksigen yang akhirnya membentuk H2O.

Terdiri atas:

  1. Monoamin-Oksidase (MAO) mengoksidasi persenyawaan-persenyawaan amin primer misalnya adrenalin dan serotonin, menjadi amoniak dan aldehid

  2. Laktat-dehidrogenase (LDH) mengoksidasii laktat menjadi piruvat

Misalnya katalase dan peroksidase, menguraikan hydrogen peroksida

  1. Transferase

Merupakan enzim yag mentransfer gugus kimia dari bentuk umum dan berperan dalam pemindahan gugus tertentu, misalnya enzim metiltransferase. Pembentukan glisin dari serin terjadi melalui pemindahan gugus hidroksil metal, gugus ini terlepas dari serin dengan bantuan enzim hidroksi-metiltransferase. Salah satu subgolongan enzim ini adalah transaminase yang berfungsi memkindahkan gugus amino dari suatu asam amino kepada senyawa lain.

Gambar enzim kinase

  1. Liase

Pemotongan nonhidrolitik, kadang terjadi penambahan gugus pada suatu ikatan rangkap, peranan utama dalam mengkatalisis reaksi adisi atau pemecahan ikatan rangkap dua, enzim piruvat dekarboksilase yang bekerja pada dekarboksilasi asam piruvat yang menghasilkan aldehida. Enzim fumarat hidratase berfungsi dalam penggabungan satu molekul air kepada molekul assam fumarat dan membentuk asam malat

Gambar enzim fumarase

  1. Isomerase

Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi, yaitu:

– Rasemase, merubah l-alanin D-alanin

– Epimerase, merubah D-ribulosa-5-fosfat D-xylulosa-5-fosfat

– Cis-trans isomerase, merubah transmetinal cisrentolal

– Intramolekul ketol isomerase, merubah D-gliseraldehid-3-fosfat dihidroksi aseton fosfat

– Intramolekul transferase atau mutase, merubah metilmalonil-CoA suksinil-CoA

Gambar enzim epimerase

  1. Ligase

Enzim ini mengkatalisis reaksi penggabungan 2 molekul dengan dibebaskannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat, sebagai contoh adalah enzim asetat=CoA-SH ligase yang mengkatalisis rekasi sebagai berikut:

  1. Asetat + CoA-SH + ATP

  2. Asetil CoA + AMP + P-P

  1. Polimerase

Adalah enzim penting dalam replikasi DNA maupun dalam reparasi DNA. DNA polimerase merupakan sebuah enzim yang mengkatalisasi reaksi polimerisasi deoksiribonukleotida menjadi rantai DNA, dengan kata lain enzim ini mengkatalisasi reaksi pembentukan DNA. DNA polimerase pertama kali ditemukan pada tahun 1957 oleh Arthur Kornberg.

  1. Trans-Glikosilase

Adalah enzim yang memindahkan gugusan glikosil, misalnya hialuronidase yang menguraikan hialuronat

  1. Hialuronidase

Hialuronidase memiliki sifat menguraikan asam hialuronat, yaitu suatu zat yang berupa gel dan terdapat sebagai semen pengikat di dinding jaringan-jaringan organisme.

  1. Fibrinolisin (Human)

Enzi mini diperoleh sebagai hasil penguraian enzim lain yakni streptokinase terhadap plasminogen yang diperoleh dari plasma darah manusia.

  1. Dornase Pankreas

Dornase dari pancreas merupakan suatu nuclease tunggal. Enzim ini menguraikan zat putih telur deoksiribonukleinat dan asam deoksiribonukleinat dan bersamaan waktu menurunkan kekentalan sekrit-sekrit jaringan yang bernanah.

  1. Streptokinase-Streptodornase

Kedua enzim ini diperoleh dari suatu bakteri yang disebut streptococcus haemoliticus.

  1. Tripsin dan Kimotripsin

Enzim yang bersifat proteolitik ini diperoleh dari kelenjar pancreas hewan-hewan menyusui dan mampu melarutkan darah yang beku dan nanah.

  1. Penisilinase

Enzi mini bersifat menginaktivir penisilin dengan proses hidrolisis.

  1. Papain dan Bromelin

Kedua enzim proteolitik ini diperoleh masing-masing dari pohon papaya dan nanas.

  1. Taka-diastase

Dihasilkan oleh suatu jamur Aspergillus orizae dari wheatbran.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Dari penjelasan di atas mengenai diagnostika dan enzim-enzim, dapat disimpulkan bahwa:

  1. Diagnostika adalah zat-zat yang memberikan kepada pasien dengan jalan oral maupun parental untuk meneliti fungsi dari suatu alat tubuh, untuk membantu dokter menentukan diagnosa suatu penyakit dan juga digunakan dalam reaksi-reaksi imunitas.

  2. Diagnostika digunakan untuk meneliti fungsi-fungsi fisiologi dari organ-organ dan sistem-sistem, seperti hati, lambung, ginjal, kelenjar gondok, sistem pembuluh darah dan limfe.

  3. Diagnostika digunakan untuk menentukan suatu penyakit (diabetes,tbc) dan untuk reaksi-reaksi imunitas (alergi, tuberkulosa)

  4. Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habisbereaksi) dalam suatu reaksi kimia

  5. Kebanyakan proses biokimia dalam tubuh dipengaruhi oleh enzim-enzim misalnya penguraian dari lemak, protein, dan karbohidrat pada proses pencernaan dan semua reaksi dalam darah yang menyebabkan pengubahan-pengubahan dari lemak dan protein menjadi karbohidrat atau sebaliknya melalui proses-proses yang rumit. Juga reaksi-reaksi yang berhubungan dengan proses pernapasan dipengaruhi oleh enzim-enzim.

DAFTAR PUSTAKA

Tjay, Tan Hoan dan Kirana Rahardja. 1978. Obat-Obat Penting. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biochemistry/2200764-penggolongan-enzim-berdasarkan-daya-katalisis/ (diakses pada tanggal 24 Sepetember 2012)

http://madi-cmos.blogspot.com/2012/04/pengertian-dan-klasifikasi-enzim.html(diakses pada tanggal 24 Sepetember 2012)

Indawani, Putri. 2012. Manfaat Dan Bahaya Sinar X Dan Sinar Laser Dalam Kehidupan Sehari-hari. http://smart-fisika.blogspot.com/2012/01/manfaat-dan-bahaya-sinar-x-dan-sinar.html. (Diakses tanggal 19 Desember 2012)

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2002. Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Di Indonesia. http://www.klikpdpi.com/konsensus/tb/tb.pdf. (Diakses tanggal 19 Desember 2012)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s