Petaling Jaya: Keputusan itu merupakan hasil retreat di kawasan Ipoh yang dimulai sejak Selasa, 8 Januari hingga Kamis, 10 Januari 2013.

Dalam pernyataannya, Rabu, 9 Januari 2013, Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Malaysia Hermen Shastri mengatakan kata “Allah” sudah digunakan oleh umat Kristiani Malaysia selama berabad-abad dalam injil Malaysia. “Selain itu banyak pula masyarakat Adat Malaysia menggunakan kata ini sebagai bahasa sehari-hari mereka,” kata Shastri

Melihat praktik yang sudah ada sejak dulu, Ia melanjutkan Dewan Gereja memutuskan tetap menggunakannya. “Kami berharap semua pihak bisa menghargai hak dasar ini,” kata Shastri.

Dewan Gereja menyatakan kata “Allah” masuk dalam Konstitusi Federal tentang jaminan bagi setiap warga negara Malaysia. Ayatnya termaktub dalam pasal 11 tentang kebebasan beragama.

Kasus kata “Allah” dalam Injil Malaysia mencuat karena pernyataan Sultan Selangor Sharafuddin Idris Shah dua hari lalu. Ia mengatakan umat nonmuslim di Malaysia dilarang menggunakan kata Allah. Sebab kata tersebut bermaksa sakral dan ekslusif bagi umat Muslim.

Beberapa jam setelah pengumuman tersebut, Pan Malaysia Islamic Party (PAS) dan sekutunya tak mendukung keputusan Sultan Selangor. Mereka menyatakan kata “Allah” bisa digunakan siapa saja, asal tidak disalahgunakan untuk melawan komunitas Muslim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s